“Barangsiapa yang shalatnya tidak mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar, ia tidak bernilai apa-apa selain semakin menjauhkan dirinya dari Allah” (HR Thabrani)
Shalatku…shalatku gimana ya? Duh..
“Barangsiapa yang shalatnya tidak mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar, ia tidak bernilai apa-apa selain semakin menjauhkan dirinya dari Allah” (HR Thabrani)
Shalatku…shalatku gimana ya? Duh..
“Barangsiapa yang shalatnya tidak mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar, ia tidak bernilai apa-apa selain semakin menjauhkan dirinya dari Allah” (HR Thabrani)
Shalatku…shalatku gimana ya? Duh..
The first time I watched a movie in a cinema. I was very small back then, my parents took me out to watch the human version of pinokio. A few years later my father, again brought me to watch air bud in cinema 21. I started to enjoy it, and it becomes my favorite to watch a good movie in the cinema. Lanjut membaca
Apa tujuan kita mengadakan cara ini? Popularitas? Gengsi? Menambah daftar panjang dalam CV?
Mencari kepuasan diri. Apa ukuran dari kepuasan tersebut? Dan kenapa bisa puas?
Ya pingin aja. Gitu aja?
Padahal udah capek. Berkorban tenaga, waktu dan pikiran. Membolos beberapa kelas, terlambat mengumpulkan tugas. Kalau cuma sekedar mencari kepuasan, sekedar ingin, sekedar menaikkan popularitas, bukankah sia-sia?
Niatkan karena Allah. Karena kita ingin menyenangkanNya. Karena kita ingin mendapat nilai lebih di mataNya. Karena kita ingin menolong agamaNya. Maka semua pengorbanan itu dengan izin Allah akan terbayar dengan sesuatu yang sangat mahal, cinta dan surgaNya.
It was my first journey alone (I mean, without parents) in Malaysia. Me, my roommates Tami and kak Wahid, and my friend Aginta decided to go to Melacca in April 2011 during our semester break. We rented a small car from a student in IIUM with RM 65/12 hrs. Yes that was expensive, but we had no choice as other cars were rented. Lanjut membaca
Sewaktu saya browsing mengenai tempat wisata di Macau, saya menemukan banyak informasi lengkap dan relevan yang justru berasal dari para blogger. Membaca tulisan-tulisan mereka saya jadi mikir, kenapa tidak ada tulisan semacam itu di blog saya? Padahal saya cukup sering melakukan perjalanan (walaupun cuma sekedar pulang kampung), dan belum ada yang didokumentasikan dalam bentuk tulisan. Baiklah, saya akan mulai menuliskan catatan perjalanan saya di blog ini. Tujuannya masih sama, biar dibaca sama anak-cucu nanti,hihihi…
So where should I start? Tunggu postingan saya selanjutnya ya, saya mau mikir dulu…
I believe it was a year ago when we talked about marriage and how are we gonna prepare ourselves to face it. She said, marriage wasn’t her concern right now. She was enjoying her current single life that she did not get married very soon. But she prayed that she would get the right person in the right time. Lanjut membaca
Jadi, mulai Desember 2012, alumni SMA Semesta Semarang (SMA dimana saya habiskan masa remaja saya) mengadakan arisan. Tujuannya sih biar ngumpul-ngumpul. Maklum, jarang ngumpul. Mana jumlah muridnya sedikit, sekolah baru pula. Fyi, saya ini angkatan ke 7 yang lulus. Dan satu kelas pun sithik. Contohnya, angkatan saya itu cuman 77 orang, dibagi menjadi 4 kelas pula. Kalau bolos, pasti ketahuan.
Seberapa jauh kita merasa membutuhkan Allah? Seberapa jauh kita merasa bergantung kepada Allah?
Ga habis pikir sama kebanyakan dari orang Indonesia. Mereka bilang demokrasi, toleransi, menghargai kebebasan berpendapat. Tapi kenyataannya lain daripada yang diucapkan.