Ilmu Saya Banyak!

3 Komentar

Di tahun ketiga saya berkuliah di dua universitas berbeda, saya masih saja mendapatkan beberapa pertanyaan senada

  1. Kenapa ga kuliah di kedokteran? à biasa ditanyakan oleh orang yang mengenal orangtua saya
  2. Kenapa ga kuliah di teknik? à biasa ditanyakan oleh orang yang sering meminta tolong saya dalam urusan computer, dan tahu bahwa saya sempat berkuliah di teknik informatika
  3. Kenapa ga kuliah di sastra atau jurnalistik? à biasa ditanyakan oleh orang yang pernah melihat koleksi buku sastra saya, atau orang yang tau keaktifan saya di bidang jurnalistik

More

RASOK

Tinggalkan komentar

So we went to a talk about feminism in Islam. There were three panelists with different thoughts. One of them was a woman, muslim, does not wear hijab, a gender activist. Talking about women, she looks impassioned. Her speech was actually quite boring for us, since there was no something new in her points.  It has been repeated by almost all gender and liberal activists like again and again. More

Peperangan Hati

3 Komentar

Setelah menulis tentang hati nurani, sudah membersihkan hati nurani diri sendiri belum? Sudah. belum. sudah. belum. Antara sudah dan belum? :-) )

Idul ‘Adha di IIUM

1 Komentar

Tanggal 6 November 2011, pukul 6.30 pagi. Hari masih gelap,teman sekamar pun masih lelap dalam tidurnya. Aku meraih handphoneku, mengetik beberapa kata “Salaam.Kak Ein, jam brapa mulai solat eid?kakak berangkat jam berapa?” . Kirim. Sejurus kemudian Kak Ein membalas pesanku “Kata temen-temen mulainya jam 8 lebih nanti kita berangkat jam setengah 8an aja kali ya”. Baiklah, berarti masih ada waktu untuk bersantai.:-D

More

A Loss is Not Always Bad

1 Komentar

When you lose something, what pops in your mind for the first time? Beefing about the situation? Blaming yourself for not being careful? Get angry to people around you? In my case, I wouldn’t even think anything. Really. Because I would be too busy to think where did I left it. Because most of the time I could not even remember where was the last time I put my thing. Sometime I even don’t realize that I leave my stuff somewhere and it goes somewhere.

More

Terjatuh

2 Komentar

Aku terjatuh, dengan bonus luka yang cukup parah. Tidak heran jika mengingat aku telah tersesat jauh ke dalam hutan gelap dan buruknya lagi, bukannya aku membuka kompas dan mencari arah jalan keluar tetapi malah berlari lebih jauh lagi ke dalam hutan. Menyalakan lampu pun dengan setengah hati.
Bodoh! Iya memang bodoh. Mana ada orang pandai yang tersesat di dalam hutan gelap sementara ia membawa satu tas punggung penuh berisi segala macam perbekalan dan petunjuk arah?

Jadi kamu sebenarnya mau keluar dari tempat suram ini atau tidak,wahai gadis badung?

Ya ya ya, seorang bebal sepertiku tidak merasakan apapun hingga akhirnya terjatuh macam ini : keras dan sakit.

Sudah tahu begitu, ketika akhirnya jatuh ya tetap saja menangis memohon pertolongan. Ya bukan aku namanya kalau tidak menangis.

Takut! Aku sungguh merasa takut.
Aku mau keluar dari sini!

Ada kompas. Kompas yang utuh, tidak akan rusak karena dijaga langsung oleh Yang Maha Melihat. Perbekalanku pun rupanya masih ada, walaupun sudah cukup terserak isinya, dan ada beberapa yang menghilang. Sepertinya karena lariku yang terlalu kencang sehingga lalai untuk menjaga isi tasku yang berharga ini.

Bismillah. Kueja pelan-pelan kata itu. Allah,bantulah aku untuk keluar dari tempat ini…

Menghidupkan Nurani yang Mati

2 Komentar

Nurani itu apa sih? Ribet ya kalau ngomongin definisinya. Gampangnya, nurani itu hati kecil kita yg berbicara tiap kali kita akan berbuat sesuatu. Saya yakin semua udah pada ngeh dengan apa yang saya maksud.
Hati nurani pasti akan menunjukkan kebaikan. Memang betul,karena fitrah manusia itu suci dari dosa. Menurut surat Ar-Ruum:30,manusia diciptakan dengan fitrah yang lurus sesuai agama Allah.
So direct your face toward the religion, inclining to truth. [Adhere to] the fitrah of Allah upon which He has created [all] people. No change should there be in the creation of Allah . That is the correct religion, but most of the people do not know.

Being Separated

2 Komentar

Warning!
I am in my PMS when I wrote this. This writing is sentimental,mellow and might be an exaggeration for some of you. It’s about me and my family. If you really don’t mind with that,keep reading then.:-)

I lay beside my little brother.I looked at him for a long time.deep.cute and funny 12 yrs old boy. I just realized that I hugged him a lot on these past days, because he will be leaving soon and I know when he get back he’s gonna be a young handsome teenager who is embarassed when his sister hugs him like I do now.

One sister has left tonight,when another 2 brothers r leaving in 3days for all same reason : school.

there’s a strange feeling in my heart when i see things are packed,mom was making a need-to-shop- list,visited the future school to see hows the rooms, but its all not for me. I am home,seeing 3 siblings leaving. This is weird because i was always the one who left my family. Now that im here enjoying precious time with the whole family members while helping my mom prepare the kids,i think i know how sad it is to let my siblings go. I dont think i exactly understand my moms feeling but if i feel like crying whenever i see my brothers luggage,my mom must be feeling even worse.

I remember those early days i started my study abroad.mom sent an email for me said that that our house was so quiet without me and my sister.there’re still 3 kids though,but it feels empty since it used to be 5 noisy kids at home and she missed me so much.
Currently im home until shawal and after that i’ll be back to malaysia. I know my youngest sister will b very sad,what more my mom.me will be crying as well.haha.
Im such a cry baby,i admit that.

Thats why i looooove my mom soo much since she never cry in front of us,even when she sent us to study abroad. Big applause,deep respect and tons of thank you for my mom and all moms in the world for letting us go when it is a hardest thing you do.

Bunch of love for my brothers&sisters who have started to perform their jihad fi sabilillah. Do remember that mom&dad have sacrified a lot for us. Wishing that we’re gonna be a sholih&shalihat and leader of khairu ummah. Do not ever bring them down.:-)

I Thought I hate My Parents

1 Komentar

I thought I hate my parents when I got angry all the times. I forgot that It’s all actually my fault and they just love me so much thus they do not want to see me doing stupid&wrong things.

More

Kebenaran yang Mutlak

Tinggalkan komentar

Dulu, saya sempat bingung ketika seorang teman berkata bahwa kita tidak dapat menilai kebenaran atas sesuatu. Hanya Allah yang benar, dan hanya Dia yang pantas menilai. I was like, “well,okay. Iya sih memang semua kebenaran itu dari Allah”.

Di lain waktu,  dalam sebuah note di facebook seorang teman secara tersirat menyatakan bahwa manusia tidaklah bisa mendefinisikan kebenaran.  Dia juga berpendapat bahwa semakin beriman manusia, semakin dia merasa bahwa dirinya adalah tuhan karena dia bisa “memutuskan” kebenaran atau kesalahan.

Ada lagi menulis di twitternya “ Filosofinya, kita boleh saja mempercayai sesuatu.  Tapi kita tidak bisa mengatakan bahwa itu kebenaran” .

More

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 318 pengikut lainnya.