Setelah menulis tentang hati nurani, sudah membersihkan hati nurani diri sendiri belum? Sudah. belum. sudah. belum. Antara sudah dan belum? :-) )
Buat saya sendiri, ada satu step yang sedang saya lewati setelah proses pembersihan hati nurani (yang sebenarnya masih berjalan hingga saat ini). Menurut saya, fase ini adalah fase pencarian identitas hati. Rasa yang dimiliki oleh hati ini belum jelas. Hati ini punya siapa? Punya Allah, kata teori. Are you sure? Nah.
Hati ini masih berperang. Berperang ketika saya melewatkan satu kelas saya di hari Selasa, mempertentangkan masalah perlunya meminta tolong seorang teman untuk mengisi attendace list saya. Hati ini berkecamuk, ketika saya tidak bisa mengerjakan soal quiz statistical methods. Bertanya-tanya apakah sebaiknya saya melirik kertas jawaban seorang teman yang duduk di samping saya?
Capek sendiri ga sih? Iya. Apalagi buat saya yang masih mudah tergoda. Transformasi memang tidak mudah, tapi bisa kan? InsyaAllah. :-D