Surat Untuk rasulullah(seandainya bs terkirim..)

                                                                                               
Semarang,15 Maret 2007
 

Assalamualaikum 

Yang terhormat Rasulullah,kenalkan nama saya Habiba Nabila Ihlasuddini. Nama Habiba ini diberikan oleh bapak saya yang terinspirasi olehmu,beliau ingin sekali anaknya menjadi seorang kekasih Allah sepertimu. Wahai Rasulullah,apabila kecintaan bapakku terhadapmu tidak sedemikian besar,pastilah  beliau tidak sampai memberiku namaku Habiba. Wahai Rasulullah,kecintaan orangtuaku terhadapmu yang sungguh sangat besar inilah yang membuatku semasa kecil sangat penasaran,mengapa mereka sangat mencintaimu? Mereka sendiri bahkan tidak tahu seperti apa wajahmu. Sebegitu hebatnyakah engkau?Semakin aku tumbuh besar,semakin banyak pula aku mendengar kisah-kisah hidupmu. Saat itu pula semakin tumbuh rasa cinta dan kekagumanku padamu. Ketika engkau dihina,ikut terkoyaklah hati ini. Begitu pula ketika engkau dipuji oleh orang kafir,senanglah hati ini. Bahkan merekapun mengakuimu! 

Ya Rasul,lewat surat ini aku ingin mengungkapkan semua yang ada di dalam hatiku.. 

Wahai Rasulullah,air mata ini menititk jika teringat kisah-kisah perjuanganmu. Ujian yang engkau dapatkan merupakan ujian terberat,lebih dari siapa pun. Sungguh engkau adalah rasul yang agung,yang dapat melewati semua ujian itu dengan baik. Ya Rasulullah,bagaimana agar aku bisa sepertimu? Aku yang hanya bisa menangis dan menyalahkan siapapun ketika mendapat ujian dari Allah… 

Ya Rasul,aku ini memang seorang umatmu yang hina di hadapan Allah.. 

Wahai Rasulullah,aku pernah membaca suatu hadits yang berisi bahwa umatmu nantinya akan terbagi menjadi 72 golongan dan hanya ada satu yang paling benar,yaitu yang berada di jalanmu. Saat membaca hadits itu,seketika itu pula muncul satu pertanyaan di kepalaku. Aku termasuk golongan yang mana?Ya Rasul,sungguh pertanyaan itu membuatku takut. Sangat takut. Pikirku,bagaimana jika aku termasuk dalam golongan yang berbeda jalan denganmu? Bagaimana nasibku di akhirat nanti? Ya Rasul,mungkinkah aku bertemu denganmu dan para sahabatmu di surga nanti? Aku yang seperti ini… Ya Rasul,aku takut sekali dengan neraka…. Akankah engkau memberi syafaatmu kepadaku?  

Wahai Habibullah(senang sekali aku memanggilmu dengan sebutan ini),aku membaca sebuah tulisan mengenai dirimu. Tulisan tersebut berisi mengenai sebuah pengandaian,seandainya engkau berkunjung ke rumah kami. Engkau tetap tersenyum melihat tumpukan film dan musik jahiliyah di rumah kami. Engkau tetap tersenyum melihat kami merasa tidak siap atas kunjunganmu.Ya Rasul,apakah engkau melihat keadaan dunia saat ini? Dunia yang kacau balau,dimana Islam menjadi sangat terpinggirkan,bahkan tidak dibela oleh umat Islam sendiri. Orang-orang membela sesuatu yang haram,menolak sesuatu yang halal… Ya Rasul,saat ini umat Islam seperti dijadikan mainan. Sayangnya,hanya sedikit umat Islam yang sadar akan hal ini. Kebanyakan malah terperangkap dalam siasat orang kafir dan merusak agama kita. Ya Rasul,apakah engkau masih tetap akan tersenyum melihat semua ini? Atau engkau akan menangis? Ya Rasul,doakan kami semua agar selamat dari semua ini…Wahai Rasulullah,kapankah hari kiamat itu? Saat engkau masih hidup,engkau berkata bahwa jarak antara zamanmu dengan hari kiamat sudah dekat. Seperti jarak di antara jari telunjuk dengan jari tengah. Ya Rasul,apabila saat itu saja jarak dengan hari kiamat sangat dekat,bagaimana dengan saat ini? Apalagi,tanda-tanda sebelum kiamat sudah banyak yang muncul. Ya Rasul,akankah kami selamat? 

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu(dari jenis manusia) sendiri,berat terasa olehnya penderitaanmu,sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu,amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin” (QS AtTaubah:128)Ya Rasul,ayat ini adalah bukti nyata bahwa engkau sangat mencintai umatmu. Ya Rasul,lagi-lagi aku menangis. Betapa kami sebagai umatmu sangat menyia-nyiakan cinta yang engkau berikan…  

Wahai Rasulullah,ada pertanyaan lagi yang ingin aku sampaikan padamu. Bagaimana agar solatku bisa khusyu’? Ya Rasul,sungguh amat sulit untuk dapat mencapai khusyu’ dalam solat. Terutama untuk seorang sepertiku ini,yang terlalu memikirkan dunia dan dunia. Bagaimana agar bisa sepertimu ya Rasul? Ya Rasul,mengapa manusia selalu memikirkan dunia? Mengapa manusia kebanyakan lebih mementingkan nafsu daripada Tuhan? Termasuk aku ya Rasul…  

Wahai Rasulullah,aku ingin sekali mengetahui bagaimana fisikmu? Engkau adalah manusia paling tampan di bumi,apabila berjalan dengan orang yang lebih pendek engkau tidak terlihat sangat tinggi dan apabila engkau berjalan dengan orang yang tinggi engkau tidak terlihat pendek. Ya Rasul,pasti sungguh indah rupamu. Semua itu didukung pula dengan akhlak mulia. Ya Rasul,ingin sekali aku bertemu denganmu…Mengenai akhlak ya Rasul,bagaimana bisa engkau tidak pernah marah kepada seseorang? Untuk kami(umatmu) sungguh sulit melakukan hal itu ya Rasul. Engkau juga sangat pemurah,jika ada orang membutuhkan sesuatu engkau pasti membantu dengan apa yang engkau miliki. Tak peduli engkau sebenarnya butuh atau tidak. Ya Rasul,untukku sangat sulit belajar menjadi seseorang yang tidak egois…Ya Rasul,membela agama kita merupakan salah satu kewajiban kita sebagai umat Islam. Sekarang ini,banyak sekali orang yang melakukan pengeboman di tempat umum dengan mengatasnamakan Islam. Aku tidak tahu alasan mereka memang seperti itu atau mereka hanya diperdaya oleh kaum kafir. Hanya,apabila mereka memang bermaksud untuk membela Islam,apakah boleh dengan cara seperti itu? Kemarahan (aku rasa itu merupakan bentuk kemarahan terhadap orang kafir) yang seperti itu,bolehkah?  

Wahai Rasulullah,sungguh aku ingin bertemu denganmu. Belajar banyak hal darimu. Saat ini,umurku 15 tahun. Jika Allah memberiku waktu hidup di dunia ini sama denganmu,maka jalan yang akan aku tempuh masih panjang. Aku ingin mengisinya dengan meneruskan semangatmu,semangat membangun Islam. Islam adalah rahmatan lil ‘alamain,sayangnya saat ini Islam tidak seperti itu. Aku ingin mengembalikannya,aku ingin membuat Islam kembali berjaya. Tidak hanya Islam,tetapi juga negaraku yaitu Indonesia. Ya Rasul,aku tahu jika semua itu dilandasi oleh keimanan maka Allah akan menolongku. Ya Rasul,masih banyak kisahmu yang belum aku ketahui dan banyak dari sifatmu yang aku amalkan. Oleh karena itu aku akan terus belajar,dan belajar.  

Wahai Rasulullah,semoga kita dapat bertemu di surga nanti. Aku sangat menanti syafaatmu… 

Wassalamualaikum wr.wb 

 

                                                        Hamba Allah yang sangat merindukanmu

2 pemikiran pada “Surat Untuk rasulullah(seandainya bs terkirim..)

  1. Assalamu’alaikum.
    salam kenal dari Aceh.
    Wa, suratnya menarik neh. Mudah2n nanti di akhirat kita bs berjumpa rasul ya n surat ini mgkin bs kita kasih lasung.

    Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s