saya, bapak dan Happy Trenggono (part1)

Hari ini aku kembali membawa diriku ke dalam perenungan. Gag ada kejadian sangat khusus sebenarnya, hanya nabila yang (lagi2) alhamdulillah dipertemukan dengan orang soleh yang sungguh hebat, selain bapak saya tentu. ^^

Sudah biasa sebenarnya dibawa bapak bertemu orang-orang hebat dan mendengarkan percakapan mereka yang hebat juga. Namun hari ini, hal itu membuatku berpikir, merenung di tengah-tengah nasibku yang belum juga jelas ini. (halah)

Ada yang tau Happy Trenggono? Beliau adalah seorang pengusaha muslim yang kaya raya, ini ada salah satu tulisan yg mungkin bisa sedikit menjelaskan tentang beliau.disini

Tadi siang, beliau datang dari Jakarta khusus untuk bertemu bapak saya. Wow, ada apakah gerangan? Rupanya mereka akan mengadakan kerjasama dalam membentuk generasi khairu ummah.woooww.

Bukan ini sih yang mau saya bahas. Melihat bapak beserta tim, pak Happy beserta tim, mendengarkan pembicaraan mereka, ide-ide besar mereka, apa yang telah mereka lakukan sampai sekarang, membuat saya sedikit tersentak. Mereka ini pejuang. Betapa mereka betul-betul berjuang di tengah-tengah kondisi bangsa dan agama yang seperti ini. Betapa ikhlasnya mereka berjuang untuk Allah. Dan..betapa kuatnya bapak saya.

Dulu, muring-muring aku karena keputusan bapak untuk ‘menahan’ku di semarang, di kampusku sekarang ini sebelum aku boleh pergi sesuka hati (gag sesuka hati denk, dan mungkin gag akan pernah sesuka hati….sampai aku udah punya suami.>.<). Tadi, bagaikan me-replay video selama setahun ke belakang, aku melihat banyaaak sekali yang aku dapat dalam setahun, selama bersama bapak. Berapa banyak orang hebat yang aku temui bersama bapak? Berapa banyak hal-hal hebat yang aku dengar dan lihat dari bapak dan teman-teman beliau? Berapa banyak kejadian besar yang aku lalui dalam setahun ini?–>yang ini aku denk,, bapak sama sekali gag ada sangkut pautnya.

Well,well,well…aku ini putri banjarnegara.(lho??) bukan denk. Aku ini putri dari seorang pejuang.Dan aku, bakal jadi pejuang juga.(ngemeng epe tho aku….maksude bukan TNI itu lohh) Karena, orang Islam itu harus berjuang.

“ngapain aja kamu setahun ini? Bapak liat kog kayanya nganggur nganggur aja”

Wew.terngiang lagi deh kalimat itu di kepalaku. Kemana aja kamu nabiiiiiiiiiil……………buang-buang waktu, menumpulkan bakat dan potensi selama setahun?SETAHUN??

4 pemikiran pada “saya, bapak dan Happy Trenggono (part1)

  1. iya, kapan nih nabil membangun loenpia menjadi generasi yg dibanggakan ituh..
    gak gampang lho,, tapi InsyaAllah bisa..

    emang kamu kemana aja setahun ini bil ? pacaran aja ?

    *dibalang watu*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s