siapa boleh berkata buruk?

assalamualaikum

Setelah 2 minggu lebih terisolasi dari dunia informasi (well, ini maksudnya saya lama tidak mendengar kabar dari dunia luar kampus. bahkan saya tidak tahu kalo avatar sudah ditayangkan di bioskop2 seluruh dunia), dan tersadar bahwa saya tak lagi berada di Indonesia tercinta, akhirnya saya mulai membuka dan mencari segala berita di internet. Sekarang yang lagi rame berita Luna Maya vs wartawan ya? Dia dikecam banyak orang karena ucapannya yang kasar di twitternya. Sepertinya berita ini sedang hangat-hangatnya di media massa, bahkan dewi lestari pun ikut menanggapi kasus ini. Wow. Sebegitunya ya? Dan siapa yang keterlaluan,Lunmay atau wartawan infotainment?

Some days before I heard this “lunmay case”, in my English class my lecturer told us that Malaysia have laws to control public use of foul language. Wow! It’s great! I think everyone, whoever he/she is should control their language. Entah itu public figure, pejabat, even tukang sampah di deket rumah. Ucapan itu kan mencerminkan orangnya ya, dan tentu seseorang yang ucapannya sopan, tak pernah bicara kasar akan lebih terlihat anggun dan disukai daripada orang yang selalu bicara kasar kapanpun dan dimanapun.

Jadi, setujukah saya dengan sikap public yang “menghakimi” lunmay dan mencercanya? Not at all. Infotainment juga salah kog. Untuk hal ini, saya setuju dengan mbak dee lestari. Lunmay sudah meminta pengertian secara baik-baik, tapi mereka tetap memaksa hinnga lunmay terdesak dan kepala anak ariel (entah siapa namanya, saya tak tahu) terbentur kamera. Wajar kalau Lunmay sampe marah, walaupun memang kalau dia bersabar dan memaafkan itu lebih baik.

Satu lagi, saling mengingatkan itu perlu! Jadi kalau ada yang mengingatkan, ya jangan terus dijawab “suka-suka gue dong mau ngomong apa”. Kalau kita bisa menerima dengan baik, orang tentu akan lebih respek pada kita. Tapi juga jangan langsung dihakimi dan dikecam seperti lunmay itu. Berasa ga punya salah kali ya?

Bagaimana dengan saya? Honestly I say, terkadang kata “asem” masih saja keluar dari mulut saya, walaupun “asem” itu tingkatan terendah dari makian orang Jawa, tapi tetap saja : misuh. Astaghfirullahaladzim… maka dari itu saya sendiri pun sedang menghapus kata “asem”, “crap”, “damn”, dan lain sebagainya (oke, saya lebih sering memaki dalam American slang words, karna ga semua orang paham jadi ga ketauan kalo misuh.hahaha-ngeles). Mohon saya diingatkan apabila ada ucapan yang keterlalulan. =)

3 pemikiran pada “siapa boleh berkata buruk?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s