4Lay vs Gaul

Assalamualaikum

Saya memperhatikan situasi pergaulan di Indonesia saat ini, terutama kalangan remaja. Gap dan ‘permusuhan’ (well, we have to admit that) yang terjadi di antara anak-anak “gaul” dan “sok gaul” yang dari dulu sudah ada tapi secara halus, sekarang benar-benar meruncing dan parah (menurut saya).

Golongan atas yang merasa bahwa mereka itu gaul, up to date, ga norak bahkan sudah terang-terangan menghina golongan bawah yang makin menjadi-jadi juga rasa ingin gaulnya. hahahaha
Disini saya mengambil tempat di tengah-tengah, dan akan menyalahkan kedua belah pihak.hohohoho..B-)
First of all, alay buat saya lebih ke perilaku dimana sesorang ingin dianggap gaul,enggak kampungan, tapi sayangnya dia kekurangan media&informasi sehingga apa yang dia lakukan justru out-of-date dan cenderung jadi bahan tertawaan orang-orang yang up-to-date. Kebanyakan penyakit ini dilakukan oleh orang-orang kampung, desa. Nah disinilah yang saya garisbawahi dan akan saya kecam (wogh berasa mengecam penjajahan israel atas palestina). Why oh why many orang kampung are so ashamed with their kampung identity?? There’s exactly nothing wrong with that. you they should be proud, instead. Jadi buat apa berbuat alay-sok gaul-sok kota gitu?? malah jadi bahan ketawaan. kenapa waktunya ga dihabisin buat cari ilmu sih??baca buku kek, ato kerja bantu orang tua. kan malah jadi berwawasan luas!!
Second of all, gaul menurut saya adalah sifat (ato apa ya?) yang menandakan seseorang itu berwawasan luas sehingga dia mampu membawa diri dan mengikuti apa yang banyak dibicarakan orang saat ini. banyak teman, dia juga up-to-date dunk! bukan berarti dia harus memakai produk bermerek dari luar negri yang harganya bisa buat bayar kuliah PTN sampai lulus. bukan berarti dia harus nongkrong di starbucks tiap sore. bukan berarti belanja harus di mall gede yang terlihat eksklusif. it’s not that. dan saya sungguh mengutuk perbuatan orang yang menghina orang lain yang tidak memakai produk bermerek. Okelah kalo ga suka sama penampilan orang alay yang memang kebanyakan membuat prihatin itu (well saya saya sering sekali melihat cowok2 teenager pake celana jins hipster tapi sempaknya ga hipster dan malah kliatan!!), tapi haruskah sampai menyinggung ketidakmampuan mereka untuk membeli sebuah tas gucci asli senilai jutaan rupiah?? dan ya, kalaupun kita ini termasuk gaul (dari pemahaman mana aja deh) pun, tidak bisa kita merasa superior dibanding yang lain.
In a brief, mungkin ada yang bertanya kenapa saya sampai meluangkan waktu untuk menulis hal seperti ini? Karena ini masalah pergaulan, sosialisasi. Kalau dalam Islam kan kita ga boleh bersikap seperti itu (oke. mungkin ga cuma islam tapi kan saya muslim jadi saya berbicara dari perspektif seorang muslim dunk yaaa…). Rasulullah SAW pun ga pernah membedakan orang-orang yang ingin bertemu dengan beliau. Bahkan beliau berkata (dalam hadits) bahwa tidak ada kelebihan seorang arab dibanding yang bukan arab. yang menentukan seseorang itu mulai atau enggak ya keimanannya.

3 pemikiran pada “4Lay vs Gaul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s