Toleransi Beragama

Ikut-ikutan bahas toleransi..hehehe. Juga sekalian meluruskan, mengingatkan teman-teman muslim saya dan memberi pengertian kepada teman-teman nonmuslim.🙂
Sepertinya ini akan menjadi pembahasan yang cukup panjang, mengingat luasnya masalah ini. Kali ini saya akan membahas mengenai masalah paling mendasar dalam islam, yaitu tauhid atau akidah atau keimanan.

Pertama-tama saya akan membahas tentang dasar sekaligus pondasi agama Islam. Islam adalah agama samawi, dan berTuhan satu : Allah. Hal ini sangat mutlak , dan harus 500% dipercayai oleh pemeluknya. Allah tidak beranak, dan tidak pula diperanakkan (QS A-Ikhlas : 1-3). Ada beberapa agama yang bertentangan dengan islam mengenai hal ini, seperti kristen misalnya (CMIIW). Kemudian, dalam ajaran islam dikatakan bahwa Islam adalah agama yang paling sempurna dan 100% benar, begitu juga dengan kitab suci kami yaitu Al-Qur’an. Sebagai pemeluk islam, tentunya saya harus meyakini hal ini. Seluruh pemeluk agama Islam harus wajib mutlak meyakini hal ini, ini juga bagian dari keimanan kami. Karena, kalau kita tidak mempercayai islam sepenuhnya berarti kita kurang percaya sama Allah & Muhammad SAW dong. Kan Al-Quran itu firman Allah. Jadi sejujurnya harus saya katakan bahwa, salah bagi seorang muslim untuk mempercayai atau menganggap bahwa semua agama itu benar.

Kedua, mengenai toleransi. Menurut kamus besar bahasa indonesia, toleran artinya

[a] bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dsb) yg berbeda atau bertentangan dng pendirian sendiri .
Sedangkan toleransi berarti bersikap toleran*).
Maknanya apa? Kita menghargai, membiarkan, membolehkan,  bahwa agama lain itu memang ada. Menghargai, membiarkan, membolehkan apabila mereka tidak mempercayai apa yang kita percayai.

Islampun mengakui kemajemukan manusia dalam beragama.

Manusia mengikuti aturan dari agama masing-masing (45:18)

Dalam islam, kami harus berdakwah (menyebarkan ajaran Islam). Tetapi, kita juga harus menghargai jika orang yang kami dakwahi itu menolak untuk masuk ke agama Islam. Kami menghargai, kami membiarkan keeksisan agama lain. Kami menghormati mereka yang mempercayai tuhan-tuhan lain. Bergaul dengan orang berbeda agama pun boleh, dengan prinsip “bagimu agamamu, bagiku agamaku” (QS Al-Kafirun:6). Walaupun begitu, orang Islam tidak boleh membenarkan ajaran agama lain. Buat kami, agama islam itu ya mutlak paling benar. Itulah sebabnya kenapa ada beberapa ulama yang berkata bahwa haram bagi kami untuk memberi ucapan selamat hari raya kepada pemeluk agama lain, sebab memberi selamat secara tidak langsung berarti membenarkan ajaran mereka.

Sekarang masalahnya adalah, kenapa dewasa ini banyak orang yang mengartikan bahwa toleransi=membenarkan? Ketika ada orang islam (atau agama lain ya, tapi yang dibahas sekarang ini islam. oke?) meyakini bahwa Islam adalah agamanya yang paling benar, kenapa disalahkan? Kenapa tidak boleh? padahal itu adalah bagian dari keimanan kami. Jangan paksa kami untuk melanggar batas keyakinan kami untuk sebuah alasan pertemanan. Ini masalah akidah, bukan masalah toleransi. Toh kami juga tidak memaksa kalian yang beragama lain untuk menyetujui agama kami. Kami juga membiarkan kawan nonmuslim beribadah. Dalam Al-Quran sendiri disebutkan , “jangan saling membantah dalam urusan syariat yang berbeda” (QS Al-Hajj : 67)

Banyak juga orang islam yang dimusuhi, dikecam, dianggap ekstrim hanya karena dia berusaha berislam dengan baik. Di sisi lain, ada orang yang sudah ketahuan berzina, tapi malah dipuji dan dibela. Duh, kog dunia ini udah mulai kebolak-balik ya?  Padahal, dalam islam kami diharuskan untuk berislam secara sempurna (Al-Baqarah:208-209). Jadi ketika saya memutuskan untuk berjilbab, ketika saya tidak mau mau menyentuh tangan orang yg bukan muhrim saya, itu karena saya sedang berusaha untuk berislam secara sempurna (walau saya masih jauuuuuuuuhhh dari itu).

Hmm..perlukah ditarik kesimpulan? Sebenarnya penjelasan saya ini masih panjaaaaaaang sekali, terutama apabila ada kawan (baik muslim atau nonmuslim) yang ingin bertanya ini-itu. Yang jelas, silakan bertanya jika ada tindakan seorang muslim yang kurang berkenan di hati anda, untuk konfirmasi.

*)[n] (1) sifat atau sikap toleran: dua kelompok yg berbeda kebudayaan itu saling berhubungan dng penuh –;. from KBBI

http://salamukhuwah.wordpress.com/2009/12/25/mengucapkan-selamat-natal-haram-hukumnya/
http://arsitek-peradaban.cybermq.com/post/detail/8894/mengucapkan-selamat-natal–haram-apa-tidak

2 pemikiran pada “Toleransi Beragama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s