Kebenaran yang Mutlak

Dulu, saya sempat bingung ketika seorang teman berkata bahwa kita tidak dapat menilai kebenaran atas sesuatu. Hanya Allah yang benar, dan hanya Dia yang pantas menilai. I was like, “well,okay. Iya sih memang semua kebenaran itu dari Allah”.

Di lain waktu,  dalam sebuah note di facebook seorang teman secara tersirat menyatakan bahwa manusia tidaklah bisa mendefinisikan kebenaran.  Dia juga berpendapat bahwa semakin beriman manusia, semakin dia merasa bahwa dirinya adalah tuhan karena dia bisa “memutuskan” kebenaran atau kesalahan.

Ada lagi menulis di twitternya “ Filosofinya, kita boleh saja mempercayai sesuatu.  Tapi kita tidak bisa mengatakan bahwa itu kebenaran” .

Lebih dari dua kali saya mendengar pendapat serupa dari orang-orang di sekeliling saya yang berasal dari berbagai latar belakang (tidak hanya mahasiswa). Saya tidak tahu apa, tapi saya merasa ada yang salah dari pemikiran tersebut. Kalaupun bukan salah, ada yang aneh. Janggal.

Sayapun akhirnya bertanya kepada partner diskusi terbaik saya, alias ayahanda tercinta. Saya ceritakan pendapat teman-teman saya itu, termasuk ucapan-ucapan senada dari para tokoh yang sudah sangat dikenal di tanah air. Saya katakan bahwa saya merasa ada yang salah dari ini, tapi kenapa hampir semua orang berpikir seperti itu? Apa saya yang salah?

Bapak : Coba kalau ada anak SD yang ditanya, berapa 1+1 dan dia menjawab 5. Itu salah nggak?

Saya : Salah

Bapak : Terus, dia harus dikasih tau ga kalo itu salah?

Saya : iya dikasih tau lah!

Bapak : buku ini (menunjukkan buku yang dipegangnya) kalau jatuh, jatuhnya kemana?

Saya : bawah

Bapak : kalau ada yang menjawab jatuhnya keatas, itu salah ga?

Saya : salah

Bapak : harus dikasih tau ga?

Saya : iya harus

Ooooh.. Saya mulai mengerti jawaban dari pertanyaan saya selama ini. Anyway, sebenarnya saya agak lupa perkataan selanjutnya. Saya tahu itu membuat tulisan saya ini tidak seru lagi untuk dibaca, karena itu saya mohon maaf. >.< Tapi saya coba tuliskan apa yang beliau bilang malam itu.

Allah itu memang yang paling benar, dan semua keputusan itu dari Allah. Tapi Allah memberi kita Al-Quran dan hadith, untuk menjadi petunjuk kita mengetahui mana yang benar dan salah. Jadi kalau ada orang yang perilaku dan ucapannya tidak sesuai dengan Al-Quran dan hadith ya berarti itu salah. Harus kita ingatkan bukan?

Well done, dad!! You’re awesome as always.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s