Terjatuh

Aku terjatuh, dengan bonus luka yang cukup parah. Tidak heran jika mengingat aku telah tersesat jauh ke dalam hutan gelap dan buruknya lagi, bukannya aku membuka kompas dan mencari arah jalan keluar tetapi malah berlari lebih jauh lagi ke dalam hutan. Menyalakan lampu pun dengan setengah hati.
Bodoh! Iya memang bodoh. Mana ada orang pandai yang tersesat di dalam hutan gelap sementara ia membawa satu tas punggung penuh berisi segala macam perbekalan dan petunjuk arah?

Jadi kamu sebenarnya mau keluar dari tempat suram ini atau tidak,wahai gadis badung?

Ya ya ya, seorang bebal sepertiku tidak merasakan apapun hingga akhirnya terjatuh macam ini : keras dan sakit.

Sudah tahu begitu, ketika akhirnya jatuh ya tetap saja menangis memohon pertolongan. Ya bukan aku namanya kalau tidak menangis.

Takut! Aku sungguh merasa takut.
Aku mau keluar dari sini!

Ada kompas. Kompas yang utuh, tidak akan rusak karena dijaga langsung oleh Yang Maha Melihat. Perbekalanku pun rupanya masih ada, walaupun sudah cukup terserak isinya, dan ada beberapa yang menghilang. Sepertinya karena lariku yang terlalu kencang sehingga lalai untuk menjaga isi tasku yang berharga ini.

Bismillah. Kueja pelan-pelan kata itu. Allah,bantulah aku untuk keluar dari tempat ini…

2 pemikiran pada “Terjatuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s