Idul ‘Adha di IIUM

Tanggal 6 November 2011, pukul 6.30 pagi. Hari masih gelap,teman sekamar pun masih lelap dalam tidurnya. Aku meraih handphoneku, mengetik beberapa kata “Salaam.Kak Ein, jam brapa mulai solat eid?kakak berangkat jam berapa?” . Kirim. Sejurus kemudian Kak Ein membalas pesanku “Kata temen-temen mulainya jam 8 lebih nanti kita berangkat jam setengah 8an aja kali ya”. Baiklah, berarti masih ada waktu untuk bersantai.:-D

Idul adha yang sepi, pikirku. Tidak ada yang bertakbir, tidak ada suara kambing! Akhirnya aku pun bertakbir sendirian di kamar. “Allaahu Akbar Allaahu Akbar walillaaahilhamd” berkali-kali, sambil melakukan segala aktifitas termasuk menyiapkan dress terbaik untuk hari agung ini. Tak lama kemudian terdengar suara dari kompartemen sebelah menyahuti suara takbirku. Zahra sudah bangun rupanya. Kami berdua saling bertakbir mengisi pagi yang indah ini. Subhanallah, terharu juga ya.

Terburu-buru aku meninggalkan kamarku, berjalan cepat menuju masjid kampus. Sendirian, karena Zahra dan Tami yang sedang udzur memutuskan untuk menyusul ke kampus nanti setelah solat. Di pinggir jalan terlihat beberapa international students yang juga berjalan ke arah masjid. Beberapa orang Afrika dan Arab, terlihat dari baju nasional mereka. Sedih juga karena baju nasional negaraku sendiri tidak mampu menutup auratku dengan sempurna, sehingga tidak bisa kukenakan.

Sesampainya di masjid, ternyata sudah ramai orang berkumpul. Di kampusku, solat id tidak diadakan di lapangan tetapi di dalam masjid berkapasitas 9000 orang. Aku segera memasuki masjid, mencari Kak Ein dan teman-teman yang lain. Sekitar 15 menit kemudian solat dimulai, dan seperti di Indonesia (atau mungkin di seluruh dunia) selalu ada anak kecil yang berisik dan menangis karena ditinggal ibu mereka solat.-___-“

Setelah solat, khotib naik ke mimbar untuk menyampaikan khutbahnya. Mimbar ini unik lho, tidak seperti mimbar yang biasa aku lihat di Indonesia. Mimbarnya benar-benar “di langit” (lihat foto). Khutbah yang menurutku cukup singkat, mengingat khutbah ini disampaikan dalam tiga bahasa yaitu bahasa Arab, Inggris dan Melayu. Beliau menjelaskan tentang makna kurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim a.s , dan memberi peringatan kepada para mahasiswa akan dekatnya kematian.

Ini beberapa foto yang diambil setelah solat id.:-D Berpelukan dengan saudara seiman, rasa haru karena sebagian besar dari kami adalah perantau. :’) Tidak peduli kamu ini Afrika, Cina, Malaysia, Indonesia, siapapun adalah saudara karena kita ini Islam dan sama-sama warga IIUM.:-D

        

       

     

Pictures taken by beebob and dephee

Satu pemikiran pada “Idul ‘Adha di IIUM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s