Peperangan Hati

Setelah menulis tentang hati nurani, sudah membersihkan hati nurani diri sendiri belum? Sudah. belum. sudah. belum. Antara sudah dan belum? :-))
Buat saya sendiri, ada satu step yang sedang saya lewati setelah proses pembersihan hati nurani (yang sebenarnya masih berjalan hingga saat ini). Menurut saya, fase ini adalah fase pencarian identitas hati. Rasa yang dimiliki oleh hati ini belum jelas. Hati ini punya siapa? Punya Allah, kata teori. Are you sure? Nah.
Hati ini masih berperang. Berperang ketika saya melewatkan satu kelas saya di hari Selasa, mempertentangkan masalah perlunya meminta tolong seorang teman untuk mengisi attendace list saya. Hati ini berkecamuk, ketika saya tidak bisa mengerjakan soal quiz statistical methods. Bertanya-tanya apakah sebaiknya saya melirik kertas jawaban seorang teman yang duduk di samping saya?
Capek sendiri ga sih? Iya. Apalagi buat saya yang masih mudah tergoda. Transformasi memang tidak mudah, tapi bisa kan? InsyaAllah.😀

3 pemikiran pada “Peperangan Hati

    • Nek mbolos aku yo sering sun.hahaha…sing penting kie jujur&wani nanggung resikone nek mbolos.itu baru hebat.:-D tapi ga hebat juga deng, tanggung jawab karo wong tuo piye,nek dewe mbolos kuliah?? >.<

      • yo mesti lah.. aku tanggung jawab kok nek pas bolos… dari segi alasan bolos, maupun aftermath dari bolos itu sendiri…

        nek jujur2an, aku ra tau ngomong karo ortu nek aku bolos… penting, ortu ngerti beres wae segala macam… dan proses terlaksana tanpa melanggar hukum entah apapun prosesnya… huehue…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s