Menebus Dosa

Lagi-lagi saya diingatkan mengenai hari akhir. Mengenai balasan dari Allah atas segala perbuatan kita di dunia, sekecil apapun itu. Dosen saya, membawa saya ke dalam renungan yang cukup panjang mengenainya.

Sore itu dalam kelas “Fiqh For Economist II” dosen saya sedang menjelaskan tentang bay’ ul-‘einah. Seperti biasa penjelasan beliau yang memang menarik membuat banyak diantara kami yang bertanya kepada beliau. Diskusi berlangsung hangat, hingga beliau berkata

“Saya akan memberi tahu kalian satu hal, yang masih terkait dengan topik pembahasan kita sekarang. Kita tidak akan pernah tahu seberapa amalan yang kita butuhkan untuk menebus dosa-dosa kita. Kita tidak akan pernah tahu berapa kali kita harus naik haji, solat, atau umroh agar Allah mengampuni dosa kita apabila kita tidak membayar hutang kita pada orang lain. Kita tidak akan pernah tahu seberapa besar balasan dari Allah atas dosa-dosa kita. Bisa jadi besar, bisa jadi kecil. Karena itu kalian harus berhati-hati, jangan sampai ada hak orang lain yang belum kita tunaikan. Jangan remehkan sekecil apapun dosa. ”

Saya tersentak. Teringat diri sendiri yang untuk solat wajib saja masih suka menunda, itu juga belum tentu khusyu’ atau tidak. Selesai solat, kadang langsung terburu-buru menuju kelas karena sudah terlambat. Kapan minta ampunnya? Percaya diri sekali saya ini. Berasa udah bebas dosa kali yeee…

Astaghfirullahal ‘adziim…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s