Ibu Sayang Kamu…

Beberapa waktu lalu saya berjumpa dengan seorang ibu, yang merupakan ibu dari teman baik saya. Teman saya ini waktu itu sedang terkena sakit yang cukup serius, dan ibunya datang untuk menjenguk. Saya berbicara banyak dengan beliau, seorang ibu yang sungguh luar biasa kelembutannya. Kami membicarakan banyak hal, sampai kemudian kami membahas kondisi anaknya. Awalnya biasa saja, sampai akhirnya satu persatu tetesan air mata jatuh dari matanya.

Saya terhenyak. Baru kali ini saya melihat langsung seorang ibu yang menangis karena mengkhawatirkan kondisi anaknya. Bahkan ketika ibu ini tahu bahwa anaknya telah berbuat sesuatu yang menurutnya tidak pantas. Beliau makin menangis, dan berkata “Memang kadang kebaikan kita ini bisa disalahartikan oleh orang lain ya nak…”.

Saya terpaku. Kaku sejenak karena terkejut. Tak lama, dengan sigap saya langsung memberi tissue yang saya punya. Waktu itu, hati saya seperti tertusuk oleh sebuah belati yang tajam. Saya teringat ibu. Seperti inikah yang ibu rasakan ketika saya berbuat kenakalan yang luar biasa melebihi batas?

***

Hari itu terasa sangat panjang. Banyak kejadian yang saya saksikan, banyak cerita yang saya dapatkan. Saya melihat teman saya yang saat itu masih ngotot tidak mau menuruti ibunya. Juga belum mau bercerita apa yang sebenarnya terjadi pada beliau. Dan saya mampu melihat kilatan mata ibunya yang tersakiti, sekalipun beliau menyembunyikan hal itu. Rasanya saya mengerti sakit yang beliau rasakan, saya pun sedih melihat teman saya itu. Tapi lebih dari itu, perasaan saya jauh lebih tersakiti karena mengingat ibu saya sendiri yang sering saya dholimi karena keegoisan saya. Saya pergi tidur dengan hati yang berkecamuk.

***

Keesokan harinya saya telepon ibu. Menceritakan semuanya. Mengenai saya yang hampir menyerah untuk menjaga seorang teman baik, mengenai ibunya yang menangis, dan mengenai perasaan saya sendiri. Saya menangis sejadi-jadinya. Minta maaf sebesar-besarnya.

“ibu, maaf. Biba nakal banget. Ibu pasti tersakiti waktu aku nakal.”

“iya iya, sudah tidak apa-apa. Kamu sudah baik Biba, ibu sayang kamu.”

Satu pemikiran pada “Ibu Sayang Kamu…

  1. makasi banyak, bibah.. tulisannya ngingetin kakak sama amalan2 sia-sia kak slama ini. smoga qta bisa jadi anak yang membahagiakan Bapak-Ibu di dunia~akhirat, yah..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s