Berbeda Pendapat, Salah?

Ga habis pikir sama kebanyakan dari orang Indonesia. Mereka bilang demokrasi, toleransi, menghargai kebebasan berpendapat. Tapi kenyataannya lain daripada yang diucapkan.

Itu loh, masalah haram atau halalnya mengucapkan selamat hari raya kepada non-muslim (lebih spesifik : natal). Ada berpikir bahwa mengucapkan selamat natal itu boleh. Ada yang berpikir bahwa mengucapkan selamat natal itu ga boleh. Well seharusnya ya, yang pertama kali ditelisik kalau ada perbedaan pendapat ini adalah darimana pendapat kita berasal? Ada dalilnya ga? Dia ikut ijtihad ulama, atau memutuskan berdasarkan logika diri sendiri? Atau ikut orang tua?

Just for your information, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hal ini. Ga semua mengharamkan, dan ga semua menghalalkan. Yusuf Al-Qardhawiy misalnya, berijtihad bahwa mengucapkan selamat natal itu boleh. Sebaliknya Al-‘Utsaimin, Ibn Qayyim al Jawziyah,dll berijtihad akan haramnya pengucapan selamat natal karena alasan aqidah.

Jadi teman-teman kalau mendengar fatwa ulama yang mungkin terdengar ‘asing’ di telinga kalian, jangan langsung protes dan melawan. Diam dan resapi dulu. Cari tahu penjelasan yang lengkap mengenai fatwa tersebut. Cari tahu sebanyak-banyaknya, termasuk khilaf yang terjadi diantara mereka. Setelah itu, putuskan mau ikut yang mana. Kali ini karena kalian telah melihat latar belakang fatwa tersebut, bukan karena our common sense. Bukan karena kebiasaan di masyarakat yang bahkan kita tidak tahu darimana asal kebiasaan tersebut.

Dan apabila kita telah memutuskan untuk ikut salah satu pendapat ulama, jangan sekali-kali menyalahkan ulama lain yang berbeda pendapat. Mereka adalah ‘ulama, orang yang tidak diragukan lagi ketinggian ilmu mereka. Mereka paham isi dari al-qur’an. Merekalah yang mendedikasikan hidup mereka untuk al-qur’an. Jauh sekali dibanding kita yang kadang suka melewatkan satu hari tanpa membaca qur’an.

Kenapa harus menjelekkan orang yang berbeda pendapat? Selama ulama dan dalil yang mereka ikuti itu jelas dan shahih, apa salahnya? Ketika ada ulama yang mengadopsi satu fatwa, kemudian menyebarkan pada orang lain, apa salah mereka? Ketika kita tahu ustadz Felix Siauw dan Yusuf Mansur mengadopsi pendapat hukumnya pengucapan selamat natal, lalu apa harus kita menjelekkan mereka yang berusaha mendakwahkan hal ini hanya karena berbeda pendapat?

Ketika orang-orang ikhwanul muslimin mengadopsi pendapat dari syeh Yusuf Qardhawi yang membolehkan pengucapan selamat natal dan menyebarkan ke orang lain, apa terus disalahkan juga? Mereka semua punya dalil yang jelas, it’s totally fine to have different opinions about that.

Malah ada juga yang hanya mendengar kabar angin mengenai fatwa MUI mngharamkan pengucapan selamat natal, langsung marah. Lah padahal MUI memfatwakan haramnya menghadiri perayaan natal loh, tidak menyebutkan mengenai haramnya pengucapan selamat. Gimana sih? Katanya menghargai perbedaan pendapat…

Sayang sekali; banyak yang tak membaca teks Fatwa MUI; lalu mengharamkan atas nama mereka apa yang tiada di teks; atau terlanjur memaki.. (Salim A. Fillah)

Ada lagi yang meracau di ranah twitter. Berkata bahwa MUI bukan tuhan, tidak usah mendengarkan apa kata mereka yang ‘sok’ menghalal-haramkan sesuatu. Astaghfirullah. MUI memang bukan tuhan, tapi apa kita tuhan yang boleh memaki orang lain seperti itu? Kita yang bahasa arab saja nol, paham isi al- qur’an saja tidak. Apa kualifikasi kita sehingga kita boleh berijtihad?

Sekali lagi, bukan masalah isi pendapatnya. Tapi darimana kita brpendapat seperti itu. Apa latar belakang, apa dalil yang kita ambil, ijtihad ulama mana yang kita jadikan acuan? Yang salah adalah ketika kita berbuat dan berpendapat berdasarkan akal, pikiran dan keinginan kita sendiri. Itu salah, karena kita ini beragama Islam yang semua tingkah laku kita harus berdasarkan Al-Qur’an.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s